Jalinsum Tobasa Rusak Diduga Akibat Muatan Over Tonase, Dishub Gelar Razia

Guna mengurangi dampak kerusakan jalan kelas Kabupaten dan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), pihak Dinas  Perhubungan (Dishub) Pemkab Toba Samosir (Tobasa) menggelar razia truk bermuatan tanah timbun dan logging kayu yang melebihi tonase.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Tobasa, Pargaulan Sianipar, saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (22/7/2017). Pihak Dishub Tobasa akan segera melakukan razia terhadap angkutan over tonase.

Memang selama ini truk pengangkut material, tanah timbun bahkan perusahaan yang mengangkut bahan baku dari kayu sudah tidak memikirkan dampak dari muatan berlebihan. Sehingga berdampak kepada kerusakan jalan.

“Sudah seharusnya para pengusaha dan pengemudi paham kapasitas muatan serta daya tahan dari jalan yang akan dilalui. Di dalam razia nanti, Dishub Tobasa akan memberikan pembinaan kepada mereka serta penilangan jika melebihi daya angkut,” terang Pargaulan.

Untuk itu warga berharap keseriusan dari Dishub Tobasa dalam menindak truk yang bermuatan over tonase. Jangan hanya sekedar janji-janji belaka, untuk memuaskan publik belaka sebagai bentuk pencitraan.

Ini seperti dikatakan oleh seorang pemerhati pembangunan Kabupaten Tobasa, Sogar Manurung. Menurutnya, apabila truk dan logging over tonase tidak ditindak di wilayah Kabupaten Tobasa dapat berdampak kepada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Sebab tujuan wisata tidak terlepas dari baik buruknya infrastruktur yang dilintasi wisatawan. Seperti salah satu contoh Jalinsum di Tobasa sedemikian parahnya sebab terlalu sering dilalui oleh truk dan logging yang diduga over tonase.

“Sebagai masyarakat Tobasa mengharapkan percepatan perkembangan KSPN di kabupaten ini, melalui infrastuktur yang bagus. Kami tunggu janji Dishub Tobasa dalam melakukan razia terhadap armada yang over tonase,” pungkas Sogar. (asri)

 

 

Sumber: https://lintangnews.com

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *